Jumat, 16 November 2012

DHANAPALA Mengirimkan Wakilnya Mengikuti PERKEMPINAS 2012 di Jambi

 

Gugus Depan Dhanapala nampaknya terus menunjukkan eksistensinya, tidak hanya pada kegiatan di dunia Penggalang, tetapi juga di dunia Penegak. Kali ini, Gugus Depan Dhanapala mengirimkan wakilnya, Kak Bella Mulia Rizki, Pemangku Adat Putri Dhanapala, untuk mengikuti Perkemahan Pramuka Putri Nasional (Perkempinas) II tahun 2012, yang dilaksanakan 17 sampai 23 November 2012 di Bumi Perkemahan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.


Kak Bella yang tergabung dengan Kontingen Daerah DKI Jakarta berangkat ke Jambi pada hari ini, 16 November 2012 dengan pesawat Lion Air pada pukul 09.00 WIB. Sedari hari Kamis tanggal 15 November 2012, seluruh anggota kontingen DKI Jakarta mengalami karantina di Kwartir Daerah DKI Jakarta di Jl. Diponegoro No. 26 Jakarta Pusat.

Berdasarkan berita yang diperoleh Tim Humas Dhanapala dari Kantor Berita ANTARA, Sebanyak 5.000 Pramuka putri dari Indonesia dan beberapa negara tetangga akan mengikuti Perkemahan Putri Nasional (Perkempinas) II yang berlangsung di Jambi pada 17-23 November 2012.

"Persiapan untuk acara yang dilaksanakan di Bumi Perkemahan Sungai Gelam, Kabupaten Muarojambi itu saat ini sudah mencapai 75 persen," kata Gubernur Jambi Hasan Basri Agus di Jambi, Kamis.

Gubernur yang juga sebagai Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Jambi menjelaskan, selaku tuan rumah, Jambi telah berupaya mempersiapkan semua fasilitas yang diperlukan, seperti jalan menuju lokasi.

"Kita juga sudah menyiapkan lokasi tempat jamuan makan siang Ibu Negara Ani Yuhoyono yang direncanakan akan hadir di acara ini," ujarnya.

Perkempinas II nantinya akan dirangkaikan dengan kegiatan perikanan yang lokasinya berdekatan, pada kesempatan tersebut akan ada penyerahan bibit ikan patin.

Pelaksanaan Perkempinas ini juga dalam upaya lebih mengenalkan Jambi, baik kepada para perserta yang datang dari seluruh Indonesia maupun dari negara-negara tetangga dan negara asing lainnya.

Hasan Basri Agus menjelaskan, Bumi Perkemahan Sungai Gelam ini merupakan bumi perkemahan terluas di Indonesia, dan Kwarda Jambi juga satu-satunya Kwarda yang memiliki lahan perkebunan kelapa sawit yang cukup luas.

"Hasilnya cukup lumayan untuk kepentingan kemajuan anak-anak Pramuka se-Provinsi Jambi," ujarnya.

Perkempinas ini diharapkan akan diikuti lebih banyak Pramuka Putri dari kabupaten/kota di Provinsi Jambi, karena akan menjadi kesempatan untuk memperkenalkan diri dengan Pramuka putri dari berbagai provinsi lain, dari negara-negara Asean, bahkan dari beberapa negara lainnya, sekagus guna menambah wawasan.

Di arena perkemahan juga didirikan anjungan milik pemeirntah kabupaten/kota di Provinsi Jambi, yang saat ini sudah ada yang mencapai 100 persen. (ANT144/E003).

Selamat dan Sukses buat Kak Bella !

sumber :  antaranews.com

Rabu, 14 November 2012

HASDUK BERPOLA : Lahirnya Generasi Perak Dhanapala.. FROM NOTHING TO SOMETHING, FROM ZERO TO HERO


Lahirnya Generasi Perak Dhanapala
FROM NOTHING TO SOMETHING, FROM ZERO TO HERO
oleh : Tri Baswara Ari Aji, G-25

Bumi Perkemahan Cibubur agak dingin minggu sore itu. Tanah yang kemarin pagi kering kini menjadi becek karena hujan deras tadi siang. Padatnya mata lomba hari itu membuat anak-anak Rajawali agak malas untuk mandi lagi.

Yap, ini adalah upacara penutupan Lar-G 2012. Masih teringat bagaimana perasaan di dada ini saat berjumpa dengan mereka yang sudah terkenal selalu menjadi juara di setiap lomba Penggalang. "Smooth Sea Will Never Give The Best Sailor", begitu yang selalu Kak Hasan Basri sampaikan kepada kami sebagai motivasi.

Lelah dan letih setelah materi Nightwalker semalam yang menegangkan.... Terlebih lagi hujan deras yang membuat Buper Cibubur tak bersahabat untuk ku jadikan alas beristirahat. Ah... Tinggal sebentar saja lagi, setelah ini kami akan pulang, mandi sempurna, tidur, dan bangun esok harinya lantas kemudian pergi sekolah. Pak Tugiman bakal marah besar seandainya besok kami tidak masuk sekolah dengan alasan apapun. Entah bagaimana nasib PR PKN ku itu.. Semoga aku masih diberikan tenaga yang cukup untuk ku buka mataku di malam nanti. Tidak ada alasan bagi seorang Pramuka Dhanapala untuk meninggalkan kewajibannya di sekolah maupun di rumah, meski dengan alasan ikut kegiatan Pramuka. Bismillah....


Apakah hasilnya? Aku tak lagi banyak berharap. Aku hanya ingin tahu bagaimana hasil transfer ilmu kompas dan navigasinya kakak-kakak Penegak, terlebih lagi atas yell gabungan Rajawali dan Melati di Lar-G ini. Hahaha... Masih teringat saat Papa Neil, Pramuka dari Amerika Serikat, berkunjung ke Dhanapala dan memuji penampilan yell kami. Hmmmm... Kalau orang Amerika aja suka, apakah begitu dengan panitia Lar-G??? Entahlah...

Hufffttttt....
Seandainya ini adalah Buper Cibodas, mungkin aku sudah kram dengan segala kedinginannya. Mendung.... Aku, mungkin semua orang yang ada di Kempi IV Cibubur saat itu, sedang berdoa agar Tuhan belum turunkan hujan lebatnya lagi.

Woooooowwwwww.....
Kakak-kakak Penegak dan Alumni Dhanapala terlihat membentuk kumpulan sendiri. Membuatku bahagia tak terkira melihat mereka semua. Bendera biru dengan bordiran 2 burung rajawali yang pernah mereka kibarkan, kini ada di tangan kami dalam menjayakan Dhanapala.. Seandainya kami menang, tentulah ini bisa menjadi kebanggan untuk mereka. Tapi kalau tidak? Ah sudahlah...

Yeeeeeeeeeeeeeeeeeaaahhhhhhh !!!!!
Lamunanku terpecah saat kawan-kawanku melompat kegirangan. Kami dapat trophy materi terbaik kompas! Hahaha...ini jawaban atas pertanyaanku tadi.

Di sana, Regu Melati pun merasakan kebahagiaan yang sama setelah panitia Lar-G memanggil satu per satu Rajawali dan Melati untuk tampil ke depan mengambil trophy kategori materi terbaik. Eiya, satu lagi pertanyaanku terjawab, saat Dhanapala dinobatkan menjadi pangkalan dengan yell terbaik.

Di penghujung sore itu, kami harus puas menjadi runner-up Regu Putra. Namun kebagaiaan kembali terpancar ketika Regu Melati diumumkan sebagai Regu Terbaik Putri.
Tak terasa air mata ini mulai mengalir sendirinya, entah karena melihat anak-anak Melati juga menangis, atau karena keharuan melihat kakak-kakak itu juga menangis bangga kepada adik-adiknya ini...

Tuhan, badanku mulai gemetaran... Bukan karena dingin maupun lapar, tapi inilah saatnya pengumuman siapa Juara Umum sesungguhnya.. Semua anak Rajawali maupun Melati hanya tertunduk, Kak Hasan dan Kak Bowie mulai terlihat tegang. Kakak-kakak Penegak dan Alumni itupun sudah membentuk saf sendiri...

Dan.........................
DHANAPALA menjadi Juara Umum Pangkalan Terbaik !!!!!!
Entah kata apa yang terucap setelah kuucap Takbir dan Hamdalah... Teriakan-demi teriakan pun keluar begitu saja dari kami. Tanpa komando, Mars Dhanapala pun berkumandang memenuhi langit Cibubur sore itu.

Kami Pasukan Dhanapala
S'lalu Siap Sedia

Mempertahankan Amanat Tercinta
Demi 76 Berjaya

Kami Datang Kami Juang
Kami Juang Kami Menang
Demi Dhanapala

Kami Datang Kami Juang
Kami Juang Kami Menang
Demi Indonesia



Kakak-kakak Penegak dan Alumni pun berlarian untuk bergabung bersama kami. Peluk hangat mereka yang selalu kurindukan, kini terbayar sudah dengan dibarengi rasa bangga mereka kepada adik-adiknya ini. FROM NOTHING TO SOMETHING, FROM ZERO TO HERO, begitu Kak Fuad selalu memotivasi dan menyemangati dalam mempersiapkan diri menghadapi lomba ini. Ya.... meski beliau tidak ada di tengah-tengah kami saat ini, cintanya begitu terasa di sini hingga dinginnya Cibubur saat itu menjadi hangat terasa. Ya Robb.... sembuhkanlah beliau dari sakitnya.



Terima kasih kawan-kawan...
Terima kasih Rajawali...
Terima kasih Melati...
Terima kasih Kak Fuad, Kak Hasan, Kak Bowie beserta kakak-kakak Pembina, Penegak dan Alumni lainnya.... 
Jerih payah kakak-kakak dalam mendidik dan melatih kami pun terlihat hasilnya sekarang.

Tanpa kakak-kakak sekalian, piala ini tidak akan berdiri di SMP 76 dan menjadi kebanggaan kita semua.
Tentu akan kami jadikan hasil didikan hebat dari kakak-kakak yang hebat ini sebagai bekal dalam mendidik adik-adik kami kelak untuk menjadi lebih hebat lagi...

Demi Cita dan Cinta
Demi Dhanapala......


Salam sayang dari kami,
Rajawali & Melati DHANAPALA
Angkatan ke-25
Generasi Perak Dhanapala Scout Indonesia


Tri Baswara Ari AjiTwitter : @AriAji_
Ari bersama Kak Harris Nizam, Sutradara Film Hasduk Berpola
setelah pengukuhan sebagai Duta Perdamaian Indonesia





------------------------------------------------------------------------------------------------------
Daftar Prestasi yang diperoleh Dhanapala di Lag-G 2012

Regu Rajawali :
- Juara II Putra
- Juara Materi Pelontar Otomatis
- Juara Materi Kompas
- Juara Materi Maket Phioneering Jembatan

Regu Melati :
- Juara I Putri
- Juara Materi Gips
- Juara Materi Kompas
- Juara Materi Peta Buta
- Juara Materi Topografi

Pangkalan :
- Juara Umum Pangkalan
- Juara Umum Regu Berpenampilan Terbaik (Rajawali)
- Juara Lomba Yell
- Juara Chess Man


Sumber Foto :
Pramuka Sembilan Jakarta & Koleksi Dhanapala

DHANAPALA TAMPIL PRIMA DI LAR-G KE-8 TAHUN 2012


Sabtu & Minggu, 10-11 November 2012, Gugus Depan Dhanapala mengirimkan Regu Rajawali dan Regu Melati untuk mengikuti kegiatan “ Lomba Antar Regu Penggalang Ke-8 Tahun 2012” atau (LAR-G 2012). Kegiatan yang mengambil tema “Menaklukkan Benteng Musuh” ini  diselenggarakan oleh Gerakan Pramuka Gugus Depan 09.009 – 09.010 yang berpangkalan di SMP Negeri 9 Jakarta dan bertempat di Bumi Perkemahan Cibubur.

Untuk menghadapi lawan-lawan lainnya dari beberapa wilayah di Jabodetabek, Pasukan Penggalang Gugus Depan Dhanapala binaan Kak Hasan Basri dan Kak Arif Prabowo ini membentuk Tim Official di bawah komando Kak Aditya Caesar Sigiro, Calon Penegak Bantara Putra Gudep Dhanapala. Suatu strategi khusus pun disusun bersama Kak Hasan dan Tim Officialnya.  



Pagi itu, Sabtu 10 November 2012, Regu Rajawali dan Regu Melati berangkat ke Bumi Perkemahan Cibubur dengan rasa percaya diri yang tinggi. Suasana hangat di pagi itu menunjukkan bahwa kedelapan Penggalang itu telah membakar cosmonya ke level tertinggi.


Kegiatan lomba Pramuka Penggalang ini bisa dikatakan tergolong unik di antara kegiatan-kegiatan lomba yang pernah diikuti sebelumnya. Bagaimana tidak? disamping harus menguasai Keterampilan Kepramukaan (scouting skills), para peserta juga dituntut untuk menguasai kemampuan teknologi, kecerdasan intelegensi, dan tentunya kerja sama tim yang baik.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, dalam kegiatan Lar-G ini, Regu Rajawali dan Regu Melati berhadapan dengan regu-regu terbaik lainnya dari wilayah Jabodetabek, untuk menjalankan misi "Menaklukkan Benteng Musuh" dan menyelesaikan pos-pos yang terdiri dari :

1. Mr. Brain
a. PU/PK (2 orang)
b. Menaksir (2 orang)
c. Simbol (2 orang)
d. Kode enkripsi/Ragam Sandi (2 orang)

2. Technoman
a. Teknologi & komputer (2 orang)
b. Robot (2 orang)
c. Roket air (2 orang)
d. Pelontar otomatis (2 orang)

3. Diorama
a. Pioneering menara (2 orang)
b. Pioneering jembatan (2 orang)
c. Memahat gips (2 orang)
d. Paper craft (2 orang)

4. Navigasi
a. Peta buta (2 orang)
b. Peta topografi (2 orang)
c. Denah ruang (2 orang)
d. Peta bolong (2 orang)

5. Nightwalker
a. KIM mendengar (1 orang)
b. Kompas (2 orang)
c. Semaphore & Morse (4 orang)
d. Halang rintang (8 orang)

6. Ambush
a. Shooter (1 orang)
b. Ladang ranjau (2 orang)
c. Ball in the maze (4 orang)
d. Melarikan diri (8 orang)

7. Yell-yell (16 orang)
8. Catur manusia (18 orang)

Dalam permainan "Catur Manusia", Gudep Dhanapala maju ke Grand Final melawan Nasadewa dari SMPN 19 Bekasi. Dalam permainan ini, Kak Hasan Basri menunjukkan kepiawaiannya memainkan bendera Semaphore dalam memberikan instruksi kepada anggota Regu Rajawali dan Melati. Hasilnya? Dhanapala menang telak !

sumber foto :
Pramuka Sembilan Jakarta

Sabtu, 10 November 2012

REGU RAJAWALI DAN MELATI GUGUS DEPAN DHANAPALA BERANGKAT MENGIKUTI LAR-G 2012





Gugus Depan DHANAPALA mengirimkan 2 Regu intinya yaitu Regu Rajawali dan Regu Melati untuk mengikuti Lar-G ke-8 Tahun 2012. Kegiatan Lar-G ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh SMP Negeri 9 Jakarta Timur dengan materi-materi lomba yaitu :

1. Mr. Brain
a. PU/PK (2 orang)
b. Menaksir (2 orang)
c. Simbol (2 orang)
d. Kode enkripsi/Ragam Sandi (2 orang)

2. Technoman
a. Teknologi & komputer (2 orang)
b. Robot (2 orang)
c. Roket air (2 orang)
d. Pelontar otomatis (2 orang)

3. Diorama
a. Pioneering menara (2 orang)
b. Pioneering jembatan (2 orang)
c. Memahat gips (2 orang)
d. Paper craft (2 orang)

4. Navigasi
a. Peta buta (2 orang)
b. Peta topografi (2 orang)
c. Denah ruang (2 orang)
d. Peta bolong (2 orang)

5. Nightwalker
a. KIM mendengar (1 orang)
b. Kompas (2 orang)
c. Semaphore & Morse (4 orang)
d. Halang rintang (8 orang)

6. Ambush
a. Shooter (1 orang)
b. Ladang ranjau (2 orang)
c. Ball in the maze (4 orang)
d. Melarikan diri (8 orang)

7. Yell-yell (16 orang)
8. Catur manusia (18 orang)


Senin, 12 Maret 2012

NONTON FILM NEGERI LIMA MENARA BARENG IQBAAL DHIAFAKHRI RAMADHAN



Hari Minggu tanggal 11 Maret 2012, Arion Plaza, Rawamangun Jakarta Timur kedatangan anak-anak berseragam Pramuka yang datang bersama menuju lantai 4 tempat Arion 21 berada.

Setelah melewati beberapa pos yang harus dijangkau melalui sandi-sandi yang harus mereka pecahkan, para anggota Regu Hiu Putih dan Lili Putih dari Gugusdepan DHANAPALA SMPN 76 Jakarta Pusat serta Regu Sansivera dari SMPN 109 Jakarta Timur, nonton Film Negeri 5 Menara bareng Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan, pemeran "Rusdi" di Film Lima Elang yang juga salah satu personil Coboy Junior.



Film Negeri Lima Menara itu sendiri bercerita tentang Alif, seorang anak laki-laki yang berasal dari Minangkabau yang harus memendam impiannya untuk bisa kuliah di ITB dan menjadi sepeti Pak BJ Habibie untuk memenuhi permintaan ibunya nyantri di Pondok Pesantren Madani dan menjadi seperti Buya Hamka. Pada awalnya, Alif memenuhi permintaan ibunya itu dengan setengah hati. Namun setelah dirinya berjumpa dengan Raja dari
Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung dan Baso dari Gowa dan dipersatukan oleh sebuah jeweran berantai yang mereka lakukan sesuai perintah keamanan pondok, serta setelah berbagai petualangan mereka berenam lewati, termasuk tata cara nyantri yang unik dan membuat keterikatan hati diantara mereka, Alif ternyata bisa melewati masa-masa indahnya di Pondok Pesantren Madani dan kemudian meraih cita-citanya.

Buat Iqbaal dan semua Pramuka Penggalang yang "Nobar" dan siang itu sengaja mengenakan seragam Pramuka kebanggaan mereka, film ini memberikan inspirasi baru tentang pentingnya persahabatan, kesetiaan, pengorbanan, keikhlasan, serta tentunya impian dan cita-cita. Di akhir pertemuan mereka, Aldius, Pratama Putra Gudep DHANAPALA, menyematkan "DHANAPALA Scout Golden Badge" kepada Iqbaal. "Now, you are the special one for us..."

Kesan setelah nonton film ini : LUAR BIASA!!!
Satu semangat bersama yang membara ketika mereka keluar bersama Iqbaal dari Studio 1 Arion 21 adalah setelah terbakar dengan semangat "MAN JADDA WAJADA !!!"
Siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil...